• Image Alt

Mahasiswa UPN Yogyakarta Kuliah Dengan Dosen Tamu dari Korea

(26/11/2014)

 Yogyakarta – Kondisi media massa di Korea Selatan dengan Indonesia ternyata memiliki persamaan. Misalnya terkait dengan hadirnya media alternatif yang digunakan untuk mengimbangi kehadiran media mainstream. Itulah yang disampaikan oleh Antropolog asal Korea, Dr. Cho Youn Mee dalam kuliah bersama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, UPN “Veteran” Kampus II, Babarsari Kamis lalu.

Keberadaan media alternatif  berbasiskan internet yang dimiliki oleh para reformis  tersebut kini keberadaannya cukup menonjol. Mereka inilah yang dengan aktif mengemukakan opini-opini terutama yang berseberangan dengan pemerintah. Pemaparan Cho dalam kuliah bertajuk ‘Peran Media Massa Korea Sebagai Kontrol Pemerintah dan Demokrasi ‘ ini sangat menarik minat mahasiswa. Pertanyaan seperti bagaimana sikap media terkait dengan perseteruan antara pemerintah Korsel dengan Korut pun mengemuka. Menanggapi hal ini, Cho mengatakan bahwa sikap media pun terbelah menjadi dua yakni konservatif dan radikal. “Pada dasarnya masyarakat Korea Selatan anti komunis  namun setiap presiden juga memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Ada yang menonjolkan sikap anti Korut dengan keras ada juga yang memiliki pendekatan lebih lunak,” papar Staf Pengajar Duksung Women’s University Korea. Cho juga menceritakan peristiwa tenggelamnya kapal Sewol yang cukup menarik perhatian masyarakat internasional.

Terkait dengan kesannya terhadap media massa di Indonesia, Cho yang menempuh pendidikan S2 dan S3 nya di UGM itu mengaku cukup kaget. Pasalnya saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia bertepatan dengan demonstrasi mahasiswa menuntut mundurnya pemerintah Orde Baru. Euforia kebebasan pers yang sangat terlihat saat itu membuat Cho menilai media melakukan aktivitas jurnalistik negatif. “Mereka sangat vulgar dalam memperlihatkan kejadian-kejadian yang seharusnya tidak ditayangkan dalam televisi maupun koran. Namun sekarang kondisinya jauh lebih baik dan sopan,” jelas wanita yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Sebagai antropolog yang kerap meneliti masalah sosial di Indonesia, Cho merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta. Hal ini mengingatkannya terhadap kegiatan belajar mengajar pada kampusnya di Korea Selatan. Kaprodi Ilmu Komunikasi Dr. Subhan Afifi mengatakan bahwa kegiatan kuliah dengan international guest lecture akan menjadi agenda rutin prodi. “Tentu saja aktivitas ilmiah seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk prodi mengembangkan kerjasama dengan Duksung Women’s University Korea. Apalagi Indonesia dan Korea Selatan memiliki berbagai persamaan budaya,” tuturnya.

Caption:

Dr. Cho Youn Mee (memakai ulos) berfoto dengan semua mahasiswa dan staff dosen Prodi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta.