Jurusan Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Yogyakarta

Blu Speed

Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta Hadiri ICLC Bangkok

(21-22/08/2014)

Ranah dunia komunikasi budaya popular selalu menarik untuk diteliti. Bahkan peristiwa politik pun bisa dikaji melalui kacamata budaya popular. Prodi Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta pun memiliki perhatian yang besar terhadap bidang kajian tersebut. Terbukti, baru-baru ini dua dosen prodi Komunikasi, Reny Triwardani, MA dan Ida Wiendijarti, M.Si mempresentasikan papernya yang berjudul ‘Popular Political Ads in The 2012 Jakarta Election : A Semiotic Approach. Dalam acara bertanjuk International Conference on Language and Communication (ICLC) 2014 di Bangkok, Thailand tersebut mereka terpilih mempresentasikan temuan penelitiannya.

Selain dari Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, beberapa kampus Asia lain yang juga diundang adalah Yangzhou University (China), National Institute of Development Administration (Thailand), Queensland University of Technology (Australia), Waseda University (Japan) dan lain-lain.

Dalam sebuah kesempatan, Ida mengatakan bahwa dalam penelitiannya mereka menemukan bahwa iklan yang pasangan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilihan Gunernur Jakarta 2012 mampu meningkatkan branding position mereka. “Melalui iklan ini pasangan tersebut berhasil menjadi ikon populer sehingga meningkatkan elektabilitas”, paparnya.

Menurut Reny konferensi yang diselenggarakan oleh National Institute of Development Administration Thailand pada 21-22 Agustus itu cukup menarik karena berbagai negara menyampaikan hasil penelitiannya terutama terkait dengan media dan linguistik. Selain mereka, tim penelitian dari China yang membahas tentang perkembangan microblogging di negaranya juga mendapat perhatian yang cukup besar. Reny mengaku mendapatkan banyak input berharga dari pertemuan tahunan ini.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Subhan Afifi mengatakan senang dengan capaian dosen-dosen yang mampu bersaing di tingkat internasional. Ia mengaku cukup percaya diri dengan performa staff dosen yang bisa tampil di kancah global. “Kedepan tantangan dunia komunikasi tidak hanya berkutat di Indonesia namun juga di tingkat dunia maka dari itu kami selalu mendorong dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di konferensi internasional,” paparnya. Tidak hanya itu, prodi juga senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan lintas negara seperti pertukaran mahasiswa dan kompetisi. Menurutnya, sebagai prodi yang terakreditasi A, pihaknya mendorong dosen untuk terus berkiprah di kancah global dan mengambil peran dalam dunia kreatif.

Caption foto :  Ida Wiendijarti dan Reny Triwardani (kanan-kiri) bersama keynote speaker, Prof. Colin Sparks dari Hongkong Baptist University.

Bagikan