Jurusan Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Yogyakarta

Blu Speed

Wisma Kencana, Edukasi Kebudayaan untuk Anak

Sabtu, 12 Mei 2018 pukul 16.00 WIB kemarin, telah tayang program televisi Wisma Kencana yang disiarkan secara live dari kanal UPN TV (21 UHF/471 Mhz) dan live streaming Youtube UPN TV Yogya. Berlatar belakang budaya yang mengedukasi anak-anak, Wisma Kencana dikemas dengan konsep penginapan khas rumah jawa, serta turut mengundang bintang tamu ‘cilik’, Icha dan Zaki, yang memiliki bakat tari dan tembang tradisional.

Acara ini merupakan output dari matakuliah Produksi Program TV (PPTV) Non-Berita yang menjadi agenda rutin tiap tahun bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPNVYK konsentrasi broadcasting semester 6. Konsep siaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Jika tahun sebelumnya mahasiswa hanya memproduksi program secara taping dengan skup yang besar, tahun ini tantangannya dinaikan menjadi siaran langsung dari studio,” ujar Panji Dwi A, M.I.Kom, Dosen matakuliah PPTV sekaligus yang bertanggung jawab atas produksi acara.

Menjawab tantangan tersebut, tim produksi, Tebo Entertaiment yang terdiri dari beberapa mahasiswa broadcasting antara lain Nur’aini, Talitha, Abed, dan rekan-rekannya, memang memiliki beberapa kendala dalam penentuan ide dan setting. Penentuan ide cukup memakan waktu yang lama karena pengemasan acara anak-anak memang sulit. “Karena kita harus memiliki pemikiran apakah anak kecil akan suka dengan acara yang seperti ini atau tidak,” ujar Nur’aini selaku produser acara. Kesulitan juga dihadapi tim dalam pemilihan art/setting, ketika harus membuat  halaman rumah dengan konsep rumah Jawa namun tetap di dalam studio UPN TV.

Acara yang memakan waktu persiapan hampir 3 bulan ini menyajikan dialog tentang kebudayaan serta penampilan dari bintang tamu. Meski dalam penayangan produser mengakui terdapat masalah di bagian audio, baginya acara ini sudah sesuai ekspetasi baik dari segi teknis, konten, maupun pengisi acara.

“Walaupun Wisma Kencana tidak diproduksi secara berkelanjutan, semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi para penggiat acara televisi dalam membuat acara anak-anak,” tutur Nur’aini.

Bagikan